Pengambilan Keputusan Secara Rasional dan Pengambilan Keputusan Dalam Pengantar Sekolah Yang Dikelola Secara Lokal
Pada tanggal 21 November 2011, pada mata kuliah Manajemen Pendidikan Nasional ini, kelompok 4 mempresentasikan materi tentang Pengambilan Keputusan Secara Rasional dan Pengambilan Keputasan Dalam Pengantar Sekolah Yang Dikelola Secara Lokal yang di sampaikan langsung oleh kelompok 4 dan di bibimbing langsung oleh Bapak Amril Muhammad selaku dosen Manajemen Pendidikan Nasional.
Pengambilan keputusan secara rasional
Pengambilan keputusan ialah sebuah proses yang dinamis untuk menyelesaikan permasalahan organisasi yang sedang diproses maupun yang sering terjadi. Proses pengambilan keputusan rasional dibedakan dari metode yang lain dalam pengambilan keputusan karena mengikuti tiga tahap berurutan yang berbeda tetapi saling terkait, yaitu :
1. Menyetujui dan mengartikulasikan objek organisasi tujuan serta prioritas penentuan tujuan.
2. Mengumpulakan, menganalisis dan mengevaluasi informasi dalam program yang berbeda dari tindakan. Informasi ini bersama-sama dengan data lain, seperti dari pengamatan lingkungan, digunakan untuk membuat dugaan tentang konsekuensi masa depan dari pilihan alternatif.
3. Memilih perangkat terbaik dalam tindakan yang dinilai paling mungkin untuk pencapaian tujuan yang maksimal.
Spesifikasi matematis perilaku rasional dalam teori ekonomi mengasumsikan bahwa organisasi dapat menentukan tujuan dalam istilah fungsi kegunaan. Kegunaan organisasi tergantung pada tujuan yang ditetapkan, dan preferensi peringkat organisasi dalam tujuan berbeda ditentukan rumus matematis. Kegunaan organisasi ini kemudian di asumsikan dimaksimalkan pada kendala yang di hadapi organisasi (misalnya: anggaran)
Pengambilan keputusan rasional untuk keuangan dan sumber daya manajemen sekolah
Pendekatan standar rasional untuk manajemen keuangan dibagi menjadi empat tahap yang berurutan :
· Tahap pertama adalah akuisi sumber daya. Di sekolah sumber utama keuangan adalah jatah anggaran atau hibah pemeliharaan tahunan (untuk hibah dipelihara oleh sekolah) ditentukan oleh jumlah total anggaran, orang yang berwenang untuk mengatur rumus pendanaan dan mengalokasikan total anggaran yang ada di sekolah-sekolah. Manajemen lokal memberikan insentif sekolah untuk memperoleh sumber keuangan lain dengan menjual jasa di luar dari keperluan pendidikan mereka.
· Tahap kedua dari siklus manajemen keuangan adalah mengalokasikan sumber daya dan perencanaan anggaran. Jika hal ini harus dilakukan secara rasional, maka harus mengikuti fase definisi tujuan, menganalisis pemilihan tindakan dan menyeleksi mereka yang terbaik dalam menjalankan pencapaian tujuan dan sasaran.
· Tahap ketiga dari siklus anggaran adalah implementasi. Hal ini membutuhkan laporan keuangan untuk menyediakan informasi untuk memantau pendapatan dan pengeluaran terhadap apa yang direncanakan dan diharapkan dalam setiap bulan. Proses ini memastikan bahwa kontrol keuangan dilaksanakan, pengeluaran yang terjadi hanya pada item yang diperlukan dan bahwa anggaran harus dijaga sesuai dengan yang direncanakan.
· Tahap keempat dari siklus manajemen keuangan adalah evaluasi pelaksanaan implementasi anggaran, untuk menemukan sejauh mana tujuan yang diinginkan tercapai, sehingga untuk memberikan informasi untuk selanjutnya dan pengambilan keputusan anggaran.
Efisiensi sekolah sebagai kriteria untuk akuntabilitas umum
Harapan bahwa manajemen sumber daya harus sesuai dengan model pengambilan keputusan rasional adalah implisit dalam kriteria OFSTED untuk pelaporan pada ‘efisiensi sekolah’. Empat kriteria evaluatif ditetapkan untuk hal ini dalam ‘kerangka kerja untuk pemeriksaan sekolah’
1. Standar pengelolaan keuangan dan perencanaan
2. Efisiensi dan efektivitas dengan staff , sumber belajar dan akomodasi dikerahkan untuk mencapai sasaran sekolah, tujuan dan untuk mencocokan prioritasnya
3. Efektifitas dalam prosedur kontrol keuangan
4. Setiap langkah yang diambil sekolah untuk mengevaluasi efektivitas biaya.
Manajemen dan Perencanaan Pembangunan
Dalam rangka untuk melatih pendekatan rasional untuk alokasi sumber daya dan penganggaran, sekolah perlu menghubungkan keputusan tentang kurikulum dan implikasinya bagi staff dan sumber daya lainnya dengan keputusan mengenai anggaran. Tanggung jawab yang diberikan ke pemerintah ialah untuk memastikan keefektivitasan manajemen sekolah yang berarti integrasi antara kegiatan pendidikan dan pengeluaran dengan perencanaan keuangan perlu terbuka dan tegas jika harus dibagi dengan pemerintah
· Perencanaan pembangunan sekolah
· Manajemen atau Perencanaan Sekolah
Pendekatan rasional dan tidak rasional untuk penganggaran
· Program penganggaran
· Penganggaran subjektif
· Penganggaran berbasis nol
· Penganggaran Inkremental
· Penganggaran tradisional di sekolah
· Pendekatan kompromi untuk penganggaran rasional.
Partisipasi dalam pengambilan keputusan anggaran
· Badan Pemerintah
· Partisipasi Guru
Perencanaan diwujudkan melalui penganalisaan kebutuhan , dalam tahap ini manajemen sekolah akan menganalisa apa yang menjadi prioritas kebutuhannya. Pengorganisasian diwujudkan melalui penyeleksian sumberdaya yang kompeten untuk memaksimalkan pencapaian tujuan. Pelaksanaan ialah implementasi dari perencanaan yang telah direncanakan sebelumnya. Lalu pengawasan dilakukan untuk memastikan apakah perencanaan yang hendak dicapai tetap ‘right on the track ‘ berjalan sesuai sebagaimana mestinya.
Demikan Ringkasan dari pembahasan tentang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar