Dampak Dari Manajemen Lokal : Sebuah Laporan Deskriptif
Telah terjadi perubahan besar dalam manajemen lokal di mana sumber daya sekolah dikelola dan telah dilaksanakan dengan cukup sukses, terutama karena upaya staf dan gubernur di sekolah akan otoritas pendidikan lokal (LEA). Manajemen lokal didukung oleh banyak kepala sekolah dan beberapa orang ingin kembali ke sistem sebelumnya. Ada konsensus politik untuk manajemen ritel lokal, meskipun beberapa dari fitur-fiturnya, seperti prinsip pembiayaan gaji rata-rata mungkin akan direvisi. Sebagian besar sekolah dapat mengelola keuangan mereka ke standar yang dibutuhkan untuk menunjukkan administrasi keuangan dan pelayanan yang baik dari pendanaan umum dan juga dapat beroperasi dalam keterbatasan anggaran mereka. Hanya sekitar 6 persen dari sekolah dasar sejauh ini yang pengeluaran lebih, dan meskipun persentase sekolah menengah yang berlebihan pengeluaran dilaporkan (Maychell 1994) telah meningkat tahun 1993-1994. Sebagian besar sekolah memiliki akumulasi cadangan, karena adanya cadangan tersebut bisa diinterpretasikan sebagai sekolah lebih hati-hati dalam pendanaan. Sekolah melakukan upaya lebih pada pendapatan tetapi masih ragu pada keuangan mereka karena adanya fluktuasi anggaran, terutama untuk perubahan yang berhubungan dengan murid.
Sebagai penilaian efek dari manajemen lokal
Efisiensi Biaya.
Efisiensi biaya adalah salah satu yang paling membuktikan bahwa manajemen lokal telah berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam oleh pemerintah. Teori organisasi dari (Bab 8) Menjelaskan mengapa kehadiran rasionalitas terbatas dan oportunisme membuat M-dari struktur organisasi yang lebih efisien. Menggunakan model input-output sistem terbuka (bab 3) memungkinkan seseorang untuk melacak keputusan alokasi sumber daya melalui serangkaian urutan dari penerimaan sumber daya riil dan keuangan ke sekolah menjadi transformasi mereka ke dalam layanan operasional dan ke sumber daya untuk mendukung kelangsungan belajar. Berikut ini adalah dapat manfaat dari fleksibilitas manajemen lokal:
· Menghemat dengan membeli sumber daya dengan biaya yang lebih rendah untuk jumlah atau kualitas yang LEA tentukan.
· Meningkatkan efisiensi dengan mengadopsi sumber daya campuran yang tidak tersedia atau sulit dicapai di bawah administrasi birokras
Manfaat manajemen local
EFISIENSI BIAYA
1. Menghemat dengan membeli sumber daya dengan biaya yang lebih rendah untuk jumlah atau kualitas yang LEA tentukan.
2. Meningkatkan efisiensi dengan mengambil sumber daya campuran yang tidak tersedia atau didapat dari pemerintah.
EFEKTIVITAS
faktor-faktor yang dikaitkan dengan efektivitas sekolah :
a. Kejelasan tujuan yang lebih besar mengenai tujuan edukasi sekolah.
b. Sebuah budaya sekolah yang lebih terintegrasi dimana tujuan tersebut dapat memotivasi staf.
c. Kepemimpinan yang lebih efektif.
d. pengambilan keputusan yang lebih kolaboratif.
e. Lebih bermotivasi, profesional yang berorientasi tim.
f. Sebuah kemampuan yang lebih besar untuk merespon kebutuhan para pemangku kepentingan eksternal.
g. Kapasitas yang lebih besar untuk mempelajari organisasi, khususnya berkaitan dalam meningkatkan produktifitas pendidikan.
Hal penting yang berkaitan dengan keefektivitasan sekolah:
a. peranan kepala sekolah maupun beban tambahan untuk tanggung jawab manajemen yang diberikan pada sekolah
b. kepala sekolah membagi tanggung jawab manajemen kepada staf-staf, dampak positifnya ialah kinerjanya berorientasi pada tim.
KEADILAN
Masalah ini merupakan masalah yang sangat kompleks, karena adanya konsepsi yang berbeda dan definisi ekuitas serta kesulitan memperoleh bukti empiris yang memadai. Pemeriksaan masalah alokasi sumber daya dalam kaitannya dengan pendanaan dan pengambilan keputusan di sekolah-sekolah dalam penelitian ini menunjukkan bias terhadap suatu distribusi yang kurang adil dari sumber daya bagi siswa dengan kebutuhan khusus.
RESPONSIF, PILIHAN DAN KEANEKARAGAMAN
Keputusan alokasi sumber daya kenyataannya tidak diarahkan untuk mengubah jenis penyediaan pendidikan dalam menanggapi preferensi orang tua dengan meningkatkan keanekaragaman penyediaan.
REKOMENDASI
Mengingat Vokus buku pada efisiensi biaya dan efektifitas manajemen sumber daya, rekomendasi difokuskan pada isu-isu ini. Hal ini jelas bahwa sekolah perlu anggaran yang lebih besar (dan kurikulum) yang stabil jika mereka mencurahkan lebih banyak waktu untuk perencanaan, penganggaran hingga mengintegrasikan lebih erat dengan tujuan pendidikan. Stabilitas yang lebih besar juga akan mencegah penimbunan layak. Sekolah yang menghadapi pengurangan anggaran harus mencurahkan waktu untuk pengurangan sumber daya.
KESIMPULAN
Secara umum kebijakan pembiayaan yang ditetapkan merupakan dasar untuk menumbuhkan kesadaran dan menggali sumber dana dengan membangun kerjasama antara pemerintah dan masyarakat agar proses pendidikan dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan program yang telah ditetapkan. Penganggaran yang berbasis pada perencanaan dan program yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang belum seutuhnya dilaksanakan. Strategi pembiayaan yang dapat diterapkan untuk melaksanakan proses pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa, harus memfokuskan pada program-program yang menjadi objek biaya, supaya efektivitas dan efisiensi pembiayaan pendidikan dapat tercapai. Hal tersebut perlu dilakukan, karena ada beberapa Kepala Sekolah yang masih belum terampil dalam memetakan pembiayaan pendidikan untuk dialokasikan kedalam program yang menjadi prioritas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar